Alternatif bedhead yang murah + keren

Bedhead atau kepala tempat tidur biasanya merupakan pilihan saat kita membeli kasur. Namun sebenarnya anda tidak perlu membeli tetapi bisa membuatnya sendiri. Selain lebih murah dengan mendesain serta membuatnya sendiri, dijamin tidak ada rumah lain yang memiliki bedhead yang sama seperti dikamar anda. Berikut beberapa opsinya:

1. Gantungkan kain di belakang tempat tidur.

foto: linghome.com

Anda bisa saja menggunakan sisa-sisa kain atau kain bekas selimut/sprei yang cantik. Bisa juga menggantungkan kain batik favorit jika anda senang dengan kesan etnik dirumah. Harga gantungan kayu bervariasi dari Rp. 50rb – Rp. 200rb/m1.


2. Gunakan organizer board sebagai bedhead

Jika anda tipe pelupa, mungkin pilihan ini sangat cocok untuk anda. Selain terlihat keren, sekarang anda tidak mudah lupa lagi :).

3. Gunakan foto frame sebagai bedhead.

Foto-foto maupun kertas kado yang cantik bisa diframe untuk kemudian dijadikan sebagai bedhead. selain murah anda memiliki bedhead yang unik.

4. Cat dinding belakang tempat tidur .

foto: tabletonic.blogspot.com/paintquality.co.uk

5. Bunakan kain-kain bekas sebagai bantalan bedhead.

foto: lifestyle.yahoo.co.nz

Gunakan sisa-sisa kain untuk dijadikan bantalan bedhead. Bisa saja anda menggunakan selimut bekas kesayangan si kecil sebagai kain bedhead, jadi si kecil tidak akan pernah merasa kehilangan selimutnya.

Demikian tips dari kami, semoga bermanfaat bagi teman-teman.

Salam,

Tim Benerin Rumah

MERAPIHKAN MAINAN ANAK-ANAK

Apabila anda pernah merasa kewalahan karena mainan anak anda yang semakin bertumpuk membuat rumah anda berantakan, cobalah tips berikut. Jangan lupa mengajak serta anak-anak saat merapihkan mainan. Suatu saat mereka akan merapihkan sendiri tanpa dibantu 🙂

Berikut beberapa tips yang mungkin berguna.

1. Pisahkan mainan sesuai jenisnya, seperti boneka, mainan bergerak seperti kereta api, mainan blok, puzzle, dll. Sisihkan mainan yang tidak lengkap dan keluarkan selamanya dari rumah anda.

2. Tentukan batas. Alangkah baiknya jika anda meiliki boks atau lemari mainan terpisah. Bila anak anda memiliki mainan baru yang tidak lagi bisa muat di lemari mainan, maka mainan lama mereka harus keluar. Memberikan mainan yang masih dalam kondisi baik kepada yayasan anak-anak memberikan contoh yang baik bagi si kecil.

3. Tentukan tempat pasti. Setelah anda memisahkan mainan yang rusak serta menyumbang mainan yang sudah tidak digunakan, maka anda telah memiliki jumlah mainan yang optimal. Buatlah kotak-kotak terpisah (dari plastik atau kotak bekas lainnya) dan tempelkan foto mainan tersebut sehingga anak anda bisa menyimpannya kembali.

4. Mudahkan akses mengambil dan menyimpannya. Letakkan mainan yang sering dimainkan oleh anak anda di rak bawah agar mudah diambil dan dikembalikan. Masukan juga mainan-mainan yang sering digunakan pada kotak tanpa tutup agar mudah diambil dan disimpan. Kumpulkan juga alat-alat gambar dalam satu kotak terpisah.

5. Perhatikan keamanan. Letakkan mainan yang cukup berbahaya dan perlu pengawasan di rak bagian atas. Sedangkan untuk mainan yang berat, jangan diletakan di atas yang dapat dijangkau si kecil.

6. Ajarkan secara bertahap. Si kecil perlu diajarkan penempatan mainannya. Ajarkan secara perlahan di mana anda menyimpan boneka, mobil, krayon, dll. Lakukan ‘games’ tebakan dengan mengajukan pertanyaan mengenai tempat penyimpanan ini.

7. Menjadi kreatif. Kotak-kotak mainan anak tidak harus mahal. dari kotak bekas apapun anda bisa membungkusnya dengan kertas kado atau mengecatnya dengan cat tembok dan berilah gambar-gambar cantik atau tempelkan guntingan gambar dari majalah.

8. Disiplin. Untuk menjaga terus kerapihan mainan anak, anda perlu untuk bersikap disiplin. Ajarkan pada anak bahwa merapihkan mainan setelah digunakan adalah pekerjaan yang biasa dan wajib dilakukan oleh semua orang.

Selamat mencoba 🙂

Tim Benerin Rumah

Gunakan hasil karya anak-anak sebagai hiasan dinding

Setiap hari, anak-anak kita pasti senang berkreasi dengan menggambar atau membuat karya-karya seni dikertas. Bisa saja mereka mengerjakannya di sekolah maupun di rumah. Dari pada terbuang atau menjadi rusak, segera kumpulkan karya-karya mereka lalu jadikan hiasan dinding di rumah anda!

Untuk karya-karya yang belum terpasang bisa dimasukan ke dalam folder plastik sehingga jika anda bosan dengan yang lama, anda tinggal memilih salah satu ‘masterpiece’ si kecil.

Selain rumah anda menjadi lebih indah, anak-anak akan sangat bangga dan senang jika karya mereka ‘dihargai’ oleh papa dan mamanya 🙂

Salam,

Tim Benerin Rumah

Membuat rumah aman bagi anak-anak

Teman-teman BR yang baik,

Kita tentu merasa bahwa kita telah membuat rumah kita seaman mungkin bagi anak-anak kita. Namun dari hasil survey di Amerika, angka kecelakaan dirumah sangat tinggi yaitu sebesar 4,7 juta setahun. Sayangnya di Indonesia kita tidak memiliki angka yang jelas.

Berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk membuat rumah kita aman bagi anak-anak.

1. Amankan dari listrik

Banyak sekali kasus anak-anak yang terluka atau bahkan meninggal karena tersengat listrik. Oleh sebab itu jika memungkinkan gunakan stop kontak listrik yang bertutup. Alternatif lainnya, anda juga dapat menutup stop kontak yang tidak digunakan dengan bahan karton. Bagi yang menggunakan perpanjangan kabel, sebaiknya posisi sambungan kabel-kabel diletakkan di bagian yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak.  Misalnya dibagian belakang lemari.

2. Amankan dari panas dan api

Sebisa mungkin jauhkan anak-anak dari area dapur. Jika anda memiliki bayi dan harus meninggalkannya untuk memasak, letakkan anak di kursi bayi dengan posisi yang mudah dilihat. Bila anak anda berusia 2-5 tahun, berikan mainan yang menenangkan seperti krayon dan kertas untuk menggambar.  Dengan demikian anda memiliki waktu 15-30 menit untuk memasak.

3. Keamanan di kamar mandi.

Saat anak-anak mandi, usahakan agar pintu selalu terbuka. Beberapa anak senang bermain dengan kunci yang menyebabkan mereka terkunci di kamar mandi. Bila anak anda berendam di bak maupun di ember, jangan mengisi air terlalu penuh. Banyak kasus anak-anak tenggelam saat mandi. Untuk anak-anak dibawah 3 thn, selalu sertai mereka didalam kamar mandi.

4. Usahakan agar pintu rumah selalu tertutup saat siang hari, mengingat anak-anak dengan sangat mudah berlari keluar sendiri.

5. Jika anda menggunakan teralis jendela, usahakan agar ada satu jendela yang dapat dibuka dan ditutup. Sehingga bila terjadi kebakaran, seluruh keluarga tahu harus keluar dari jendela tersebut.

6. Jika memungkinkan gunakan alat-alat pengaman pada pintu, jendela, serta lemari agar anak-anak tidak terjepit saat membuka dan menutupnya.

7. Jauhkan semua hiasan gantungan dari jangkauan anak-anak. Terutama, jangan meletakkan hiasan gantungan diatas tempat tidur bayi dimana anak-anak akan berusaha menjangkaunya. Ini juga berlaku dengan barang-barang di lemari. Jangan biarkan ada benda-benda tergantung yang dapat menarik perhatian anak-anak.

Demikian tips dari kami. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Benerin Rumah

kids