Membangun rumah aman gempa

Setelah banyak terjadi musibah gempa di kota-kota besar dunia, mungkin kita menjadi khawatir bagaimana sebenarnya membuat rumah kita lebih aman saat gempa terjadi. Walaupun kota Jakarta cenderung beresiko rendah akan gempa, namun tidak ada salahnya jika kita melakukan pengamanan pada rumah kita.

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat:

1. Gunakan rangka atap galvanize/baja ringan.

Rangka atap jenis baru ini memang selain lebih ringan dan cepat pemasangannya, juga lebih tahan gempa dari rangka kayu biasa. Hal yang mungkin menjadi penyebabnya adalah karena pada bagian sambungannya menggunakan sistem baut yang lebih fleksibel sehingga saat terjadi gempa, bagian sambungan ini tidak mudah patah. Selain itu, batang galvanize juga lebih kuat dari sebatang kayu yang mudah patah saat goncangan.

2. Gunakan bahan penutup atap yang ringan.

Saat ini banyak sekali pilihan atap yang ringan namun tetap terlihat cantik seperti bahan galvanize ataupun alumunium. Bahan-bahan ini jauh lebih tahan serta aman saat gempa terjadi karena terbuat dari bahan yang ringan serta berupa lempengan lebar yang saling mengikat saat gempa terjadi. Berbeda dengan atap beton ataupun tanah liat yang saat diguncang gempa sangat mudah jatuh dan hancur.

3. Gunakan kaca film pada jendela.

Gunakan kaca film (transparant maupun warna) khususnya pada jendela-jendela kaca yang besar dan kamar anak-anak, maupun pada area-area yang berbahaya. Saat gempa terjadi, kaca-kaca jendela ini tidak akan mudah pecah sehingga anda dan keluarga bisa dengan mudah keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

4. Kuatkan lemari dan furnitur lainnya.

Jika anda memiliki lemari besar dirumah, usahakan agar lemari-lemari ini menempel/terkait dengan kuat di dinding. Sehingga saat gempa terjadi, lemari ini tidak akan menimpa kita.

5. Kurangi hiasan gantung.

Jika anda tinggal di area yang rawan gempa, kurangi hiasan gantung di dinding sebanyak mungkin. Bila terpaksa harus menggantung hiasan, maka gunakanlah baut dan bukan hanya paku agar saat gempa terjadi, hiasan-hiasan ini tetap tergantung walaupun terayun-ayun di dinding.

Demikian tips dari kami, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Benerin Rumah

sumber: eHow, CNN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s